1. Data Tutup Buku Periode
Masukkan posisi kas dan kewajiban pada tanggal cut-off.
Ringkasan Aman BBH
Status otomatis mengikuti kelayakan kas setelah waterfall.
Kas DistributabelRp0
BBH PIHAK PERTAMARp0
BBH PIHAK KEDUARp0
Status-
Porsi kas yang aman dibagikan
Isi data, lalu tekan Hitung Simulasi.
2. Waterfall Penggunaan Kas
| Tingkat | Prioritas | Nilai | Status |
|---|
3. Nilai Ekuitas Proyek Sementara
Piutang BersihRp0
Ekuitas SementaraRp0
Surplus / (Defisit)Rp0
Indikasi-
Ekuitas Sementara = Kas Bersih + Piutang Bersih + Nilai Wajar Tanah/Kavling + Bangunan/Pekerjaan Berjalan + Aset Lain − Kewajiban & Dana Terikat
4. Ilustrasi Pengembalian Modal & Surplus
| Pihak | Saldo Modal/Kapitalisasi | Pengembalian Modal | Bagian Surplus | Total Hak Ilustratif |
|---|
5. Contoh Skenario
Skenario: Kas proyek Rp1,2 miliar. Setelah pajak, konstruksi, hak konsumen, cadangan, biaya jatuh tempo, utang modal kerja, dan kebutuhan operasional, hanya sisa kas yang boleh menjadi Kas Distributabel. Dari angka itulah BBH dihitung berdasarkan nisbah aktif.
| Kondisi | Makna | Tindakan |
|---|---|---|
| Aman | Semua tingkat prioritas terpenuhi dan kas distributabel positif. | BBH dapat dilakukan sesuai batas kas dan nisbah. |
| Tahan | Kas positif tetapi cadangan atau kewajiban belum sepenuhnya aman. | Tahan BBH atau kurangi persentase maksimum BBH. |
| Stop | Kas distributabel nol/negatif atau hak konsumen belum terjaga. | Tidak melakukan BBH. |
6. Riwayat Simulasi
| Periode | Tanggal | Kas Distributabel | BBH 20% | BBH 80% | Status |
|---|
Catatan Penggunaan
Tool ini merupakan alat simulasi internal. Hasilnya bukan keputusan pembagian laba, bukan laporan audit, dan bukan pengganti keputusan organ Perseroan, notaris, konsultan pajak, atau akuntan. BBH sebaiknya disahkan berdasarkan laporan periode dan bukti kas aktual.